Jumat, 23 Mei 2008
Setelah Sekian Lama Mencari Agama yang Benar, Seorang Pemuda Australia Putuskan Memeluk Islam
Seorang Pemuda Australia mengumumkan keislamannya setelah sekian lama mencari agama yang benar. Pemuda tersebut menuturkan kisahnya, “Kisahku ini berawal ketika aku mencari agama yang benar pada tahun pertama di bangku kuliah. Saat itu ayah dan ibuku bercerai, anjingku mati, dan tragisnya hal itu terjadi dalam pekan yang sama. Dan pada tahun yang sama pula, aku kehilangan temanku. Dari sinilah, aku mulai bertanya, “Kenapa aku ada?” “Apa sebenarnya tujuan hidup ini?” Kemudian aku mulai mencari agama yang benar. More ........
Minggu, 23 Maret 2008
Taubatnya Malik bin Dinar -Rohimahullah-
Kehidupanku dimulai dengan kesia-siaan, mabuk-mabukan, maksiat, berbuat zhalim kepada manusia, memakan hak manusia, memakan riba, dan memukuli manusia. Kulakukan segala kezhaliman, tidak ada satu maksiat melainkan aku telah melakukannya. Sungguh sangat jahat hingga manusia tidak menghargaiku karena kebejatanku.
Malik bin Dinar Rohimahullah menuturkan: Pada suatu hari, aku merindukan pernikahan dan memiliki anak. Maka kemudian aku menikah dan dikaruniai seorang puteri yang kuberi nama Fathimah. Lanjut.....
Sabtu, 23 Februari 2008
Fathimah binti Al-Yaman -Rodhiyallahu 'anha-
Fathimah binti Al-Yaman Rodhiallahu 'anha adalah salah seorang sahabiyat yang orang tuanya sahabat-sahabiyat, dan saudaranya sahabat dan sahabiyat.
Saudara laki-laki Fathimah binti Al-Yaman yang dimasukkan ke dalam para sahabat antara lain, Hudzaifah bin Yaman dan Shafwan bin Al-Yaman. Di Al-Istiab, Al-Qurthubi menyebutkan bahwa keduanya gugur sebagai syahid di Perang Uhud bersama ayahnya. Hudzaifah bin Al-Yaman, termasuk sahabat terkenal dan pilihan. Ia pemegang rahasia Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, yang tidak diketahui siapa pun selain dia. Ia menghadiri Perang Uhud dan perang-perang sesudahnya. Ia mempunyai peran menonjol di Perang Khandaq, karena pada malam perang tersebut, ia diutus Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam untuk mencari informasi tentang kaum musyrikin.Lanjut....
Saudara laki-laki Fathimah binti Al-Yaman yang dimasukkan ke dalam para sahabat antara lain, Hudzaifah bin Yaman dan Shafwan bin Al-Yaman. Di Al-Istiab, Al-Qurthubi menyebutkan bahwa keduanya gugur sebagai syahid di Perang Uhud bersama ayahnya.
Senin, 28 Mei 2007
Yunus Bin Ubaid & Sikapnya Terhadap Hutang
Tabi'in yang agung ini, Yunus bin Ubaid Rahimahullah tidak memperbolehkan seorang pedagang yang mengambil barang lalu menunda-nunda pembayaran. Beliau menilai bahwa penundaan pembayaran dengan tujuan untuk dikembangkan lagi, padahal sudah jatuh tempo pembayaran dan ia mampu membayarnya adalah sebagai tindakan pencurian.
Beliau berkata: "Tidak ada pencuri yang lebih jahat menurutku daripada seseorang yang mendatangi seorang muslim lalu dia membeli dagangannya dan ditangguhkan pembayarannya hingga waktu tertentu, namun tatkala telah datang waktu yang dijanjikan, dia masih ke sana kemari mengembangkan barang tadi untuk meraup untung. Demi Allah tiada dirham yang didapatkan darinya melainkan sesuatu yang haram."
Yunus bin Ubaid tidak hanya melihat dari batasan-batasan dhahir dan bentuk hukumnya saja, namun juga melihat dari sisi tujuan, niat dan tendensi yang ditunjukkan dalam perilaku. Mengapakah dia menunda pembayaran tatkala bermu'amalah dengan seorang muslim padahal dia telah dipercaya untuk menjualkan dagangannya, demi mendapatkan keuntungan dan mendapatkan manfaat darinya hingga waktu yang telah disepakati, lalu tatkala jatuh tempo dia tidak bersegera membayarnya padahal mampu? Lalu dia masih berambisi untuk menambah keuntungan dengan mengembangkan uang yang semestinya dia bayarkan kepada pemilik barang.Lanjut....
Selasa, 24 April 2007
Ar-Rabi’ bin Khaitsam
Inilah kisah seorang tabi’in yang mulia bernama Ar-Rabi’ bin Khaitsam. Beberapa orang ingin memfitnahnya untuk menghalanginya dari mendekatkan diri kepada Allah. Mereka ingin memfitnahnya melalui wanita.
Mereka mendatangi seorang wanita yang sangat cantik. Mereka menjanjikan hadiah sebesar 1000 dirham jika wanita ini berhasil memfitnah Ar-Rabi’ bin Khaitsam... Begitulah, mereka selalu berusaha menggunakan wanita-wanita jalang dan memperalat wanita-wanita ini untuk tujuan bermaksiat kepada Allah.
Wanita itu kemudian menyetujui permintaan mereka...
Maka dia memakai pakaian terindah, parfum yang terbaik, dan kemudian menunggu Ar-Rabi’ bin Khaitsam disekitar masjid untuk kemudian menggodanya.Lanjut....
Ar-Rabi’ saat itu sedang menuju masjid, beliau berjalan melangkahkan kakinya kearah Baitullah. Di tengah-tengah perjalanan muncullah wanita tersebut menghadangnya, dengan busana yang mengundang syahwat, serta parfum yang menyengat. Benar-benar sebuah fitnah yang besar!!
Mereka mendatangi seorang wanita yang sangat cantik. Mereka menjanjikan hadiah sebesar 1000 dirham jika wanita ini berhasil memfitnah Ar-Rabi’ bin Khaitsam... Begitulah, mereka selalu berusaha menggunakan wanita-wanita jalang dan memperalat wanita-wanita ini untuk tujuan bermaksiat kepada Allah.
Wanita itu kemudian menyetujui permintaan mereka...
Maka dia memakai pakaian terindah, parfum yang terbaik, dan kemudian menunggu Ar-Rabi’ bin Khaitsam disekitar masjid untuk kemudian menggodanya.Lanjut....
Ar-Rabi’ saat itu sedang menuju masjid, beliau berjalan melangkahkan kakinya kearah Baitullah. Di tengah-tengah perjalanan muncullah wanita tersebut menghadangnya, dengan busana yang mengundang syahwat, serta parfum yang menyengat. Benar-benar sebuah fitnah yang besar!!
Sabtu, 24 Februari 2007
Al-Qosim Bin Muhammad Bin Abu Bakar Ash-Shiddiq (Bag 2)
Menginjak remaja, cucu Abu Bakar ini telah hafal Kitabullah dan menimba hadits-hadits dari bibinya, Aisyah Rodhiallahu 'anha sebanyak yang dikehendaki Allah. Dia tekun mendatangi Al-Haram Nabawi dan duduk dalam halaqah-halaqah ilmu yang terhampar di setiap sudut-sudut masjid laksana bintang-bintang gemerlap yang bertaburan di langit yang terang.
Beliau menghadiri majlisnya Abu Hurairah, Abdullah bin Umar, Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Zubair, Abdullah bin Ja'far, Abdullah bin Khabbab, Rafi' bin Khudaij, Aslam pembantu Umar bin Khathab dan sebagainya. Hingga pada gilirannya beliau menjadi imam mujtahid dan menjelma menjadi manusia yang paling pandai dalam hal sunnah pada zamannya, di mana ketika itu seseorang belumlah dianggap sebagai tokoh sebelum dia mendalami sunnah-sunnah Rasulullah Sholallahu 'alaihi wasallam.Lanjut......
Beliau menghadiri majlisnya Abu Hurairah, Abdullah bin Umar, Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Zubair, Abdullah bin Ja'far, Abdullah bin Khabbab, Rafi' bin Khudaij, Aslam pembantu Umar bin Khathab dan sebagainya. Hingga pada gilirannya beliau menjadi imam mujtahid dan menjelma menjadi manusia yang paling pandai dalam hal sunnah pada zamannya, di mana ketika itu seseorang belumlah dianggap sebagai tokoh sebelum dia mendalami sunnah-sunnah Rasulullah Sholallahu 'alaihi wasallam.Lanjut......
Al-Qosim Bin Muhammad Bin Abu Bakar Ash-Shiddiq (Bag 1)
Sudah sampaikah berita kepada Anda tentang tabi'in yang agung ini? Seorang pemuda yang terkumpul pada dirinya pujian dari segala sisi, tak satupun pujian luput darinya.
Ayahanda beliau adalah Muhammad bin Abu Bakar Ash-Shiddiq, Ibunya adalah puteri Yazdajir, raja Persia yang terakhir. Sedangkan bibinya dari pihak ayah adalah Aisyah Rodhiallahu 'anha, Ummul Mukminin. Di samping itu, di atas kepalanya telah bertengger mahkota takwa dan ilmu. Adakah Anda masih mengira ada kemenangan yang lebih tinggi dari kemenangan yang semua orang bersaing dan berlomba mendapatkannya ini?
Ayahanda beliau adalah Muhammad bin Abu Bakar Ash-Shiddiq, Ibunya adalah puteri Yazdajir, raja Persia yang terakhir. Sedangkan bibinya dari pihak ayah adalah Aisyah Rodhiallahu 'anha, Ummul Mukminin. Di samping itu, di atas kepalanya telah bertengger mahkota takwa dan ilmu. Adakah Anda masih mengira ada kemenangan yang lebih tinggi dari kemenangan yang semua orang bersaing dan berlomba mendapatkannya ini?
Langganan:
Postingan (Atom)

